Untuk mereka
Kembali pada titik dimana adrenalinku terpacu deras..seakan aku tidak peduli lagi dengan apa yang dihadapanku. Aku kembali tegar namun kaku. Aku melupakan sekelilingku….Hmmm….(*menghela nafas..)
Hal itu hampir selalu aku alami bila sore datang, waktunya aku harus menelusuri tiga kota..kota yang harus aku lewati agar aku bisa bertemu dengan senyum hangat orang tua ku, adik-adikku dan tentunya kekasihku.
Aku di sini…
Ketika kata tak dapat terucap
Ketika laku tak mampu bergerak
Ketika mata tak mampu menatap
Dan…
Ketika raga sejenak terasa tak lagi mampu menopang
Semua kontras ku rasa
Selaras dengan daun kering di taman
Rapuh…rapuh tak berdaya
Sejalan dengan waktu yang ku rasa lambat
Mengiringi lirih lagu yang ku nyanyikan
Di sini…
Aku di sini sekarang
Aku bangkit dari rapuhku
Aku sadarkan diriku
Aku redam semua tangis
Ku ingin menyapamu dalam bahagia
Dengan senyum terindahku
Dengan hangat seperti pelukmu
Tanpa ada gurat sembab
Di sini…
Aku di sini
Tentang Aku dan Kamu
Jam delapan malam itu …
Saat bintang mulai genit berkedip di angkasa
Ketika sayup angin menyapu tipisnya kulit
Tepat bersama denting jam dinding mengingatkan
Ketika itu pula aku dengar detakan rasa rindu
Rasa rindu yang membuatku mampu menatap
Menghela nafas sejenak
Mengumpulkan kepingan-kepingan kegelisahan
Yang mungkin selama ini tak mampu aku sampaikan
Yang mungkin selama ini membuatku menjadi naif
Yang mungkin selama ini menjadikan aku begitu rindu
Desir di jantung semakin ricuh
Seirama denting jam berlari tepat di angka sepuluh
Detak rindu itu semakin kencang
Beradu dengan ungkap yang harus terucap
Bergelut dengan gelisah yang kembali merayap
Tanpa terkendali
dan akhirnya..
Yakin dan harap yang telah lama mengendap
Mampu mengalahkan kegelisahan dan keraguan
Saat itu pula aku dapat meraih gelora baru
Gelora asa tentang aku dan kamu
Tentang aku dan kamu
Tentang aku dan kamu meraih masa
Tentang hidup kita
October 1, 2005 @ 10:00 PM
